Pendidikan
Belajar kedokteran gigi di Universitas Indonesia sambil merintis usaha.
UNIVERSITAS INDONESIA
Pengusaha Indonesia · Pendiri CT Corp
Chairul Tanjung adalah pengusaha Indonesia dan pendiri CT Corp. Perjalanan bisnisnya mencakup jasa keuangan, media, ritel, dan properti. Pada 2014, ia menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.
01PROFIL CHAIRUL TANJUNG
Lahir di Jakarta pada 18 Juni 1962, Chairul Tanjung menempuh pendidikan di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia. Ia mulai berwirausaha saat kuliah, antara lain dengan menjual buku, kaus, dan peralatan medis.
Ia kemudian mendirikan CT Corp, yang sebelumnya dikenal sebagai Para Group. Bisnisnya berkembang melalui Bank Mega, Trans TV, Trans7, serta usaha ritel dan properti. Ia menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian dari 19 Mei hingga 27 Oktober 2014.
PERJALANAN CHAIRUL TANJUNG
Dari pendidikan dan kewirausahaan menuju pengembangan bisnis serta pelayanan publik.
Belajar kedokteran gigi di Universitas Indonesia sambil merintis usaha.
UNIVERSITAS INDONESIA
Mengembangkan bisnis di bidang keuangan, media, ritel, dan properti.
PENDIRI CT CORP
Menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian pada 2014.
MEI – OKTOBER 2014INDONESIA DALAM PANDANGAN ADRIAN
Meskipun sebagian besar perjalanan karier Adrian berlangsung di Amerika Serikat dan Singapura, Indonesia tetap menjadi salah satu pasar yang mendapat perhatian dalam karier profesionalnya. Ia memandang Indonesia memiliki beberapa karakteristik penting, termasuk populasi yang besar, kelas menengah yang terus berkembang, pertumbuhan ekonomi digital, serta pasar modal yang terus berkembang.
Jelajahi perspektifSkala pasar domestik yang luas.
Kelas menengah yang terus berkembang.
Pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.
Pasar modal yang terus berkembang.
PERSPEKTIF ADRIAN
Menurut pandangannya, faktor-faktor tersebut membuat Indonesia menjadi salah satu ekonomi utama di Asia Tenggara dan pasar yang semakin diperhatikan oleh investor internasional dalam jangka panjang. Salah satu tujuan profesional Adrian setelah kembali ke Asia adalah memanfaatkan pengalaman puluhan tahun di pasar modal internasional untuk membangun hubungan yang lebih efektif antara modal global, sistem keuangan Singapura, dan pasar Indonesia.